Dirjen Badilag Apresiasi Buku PA Banjarbaru

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Yang Mulia Dr. H. Abdul Manaf, S.H., secara langsung telah menerima “Buku Kontekstualisasi Hukum Perdata Islam; Sinergitas Teks-Konteks”, yang digagas oleh Tim Penyusun Pengadilan Agama Banjarbaru, pada hari Senin (25/02). Buku tersebut diserahkan oleh salahsatu Tim Penyusun, Edi Hudiata, di ruangan Dirjen Badilag. Turut hadir dalam penyerahan tersebut juga Dr. Abu Jahid, Hakim PA Purwakarta yang diperbantukan sebagai Hakim Yustisial pada Ditjen Badilag.

Latar belakang penyusunan buku ini dimulai ketika ada bulan April 2017, dalam suatu acara pembinaan yang dihadiri Ketua PTA, para Hakim Tinggi, para Ketua dan Wakil Ketua, para hakim, serta para panitera dan sekretaris PA se Kalimantan Selatan, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Yang Mulia Dr. H. Abdul Manaf, S.H., pernah menyampaikan pertanyaan menggelitik di Aula Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Selatan: “Siapa yang sudah ke toko buku dalam satu bulan ini?”. Hadirin tidak ada yang menjawab.

Kemudian Dirjen Badilag melanjutkan pertanyaan: “Siapa yang sudah datang ke show room mobil dalam minggu ini?” Hadirin pun tersenyum mendengar pertanyaan tersebut dan saling memandang.

Pertanyaan menggelitik itu, sengaja dilontarkan oleh Dirjen Badilag, sebab ada kebiasaan yang harus diperbaiki, yaitu kebiasaan aparat peradilan agama yang lebih sering mendatangi show room mobil ketimbang toko buku. “Ini menandakan, gairah intelektual aparat peradilan agama perlu ditingkatkan. Kita harus mencontoh para tokoh terdahulu yang sangat banyak menghasilkan karya tulis,” ujar Dirjen Badilag, saat itu.

Selang delapan bulan sejak acara pembinaan tersebut, Pengadilan Agama Banjarbaru berhasil menerbitkan buku yang merupakan hasil kajian analisis putusan Pengadilan Agama Banjarbaru yang relevan dengan tema terkini.

Apresiasi dari Sang Dirjen

Setelah menerima buku, Dirjen Badilag begitu bersemangat langsung membaca buku dan mendiskusikan hal-hal terkait substansi buku tersebut. Dirjen tampak sibuk membulak balikkan tiap halaman buku. Ditelitinya juga daftar isi terpampang.

Pada momen tersebut, Dirjen Badilag mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi upaya Pengadilan Agama Banjarbaru teresebut. “Harapan saya, buku ini dapat menjadi salahsatu khazanah keilmuan di bidang hukum perdata Islam,” ujar Dirjen Badilag.

Selain berdiskusi seputar substansi buku tersebut, sebagai masukan, Dirjen Badilag juga memberikan nasihat agar terus meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. “Bacalah buku-buku yang ditulis oleh penulis yang memiliki otoritas,” pesan Dirjen diikuti senyum hangat.

[edihudiata]

Baca juga